Semakin Basah, Semakin…Fun! (Tips Liburan di Musim Hujan)

Pertama kali buatku ke Lombok. Aku suka pemandangan pulau ini. Tetapi…hujan! Basah! Awalnya, kita beli tiket karena murah. Tidak terbesit berbulan-bulan kemudiaan, saat sudah tiba di di Lombok, kita menyadari bahwa sedang liburan di musim hujan. Seminggu di sana dengan Trio A (Agus, Acionk, Ayu), tiada hari tanpa hujan! Untunglah, semangat ini tidak luntur disapu curahannya….

Kita naik motor dan menyusuri jalan-jalannya yang penuh tantangan—terutama buat Agus (dia bonceng aku, kala itu lagi berat-beratnya, that explains…) Satu kali, kita menuju Belongas. Jalannya, wah, menantang, menukik, menanjak, dan…rusak. Kita sangat terguncang (dalam makna sebenarnya)! Selain itu, kita sering mengalami “intervensi hewani”: banyak ayam, anjing, sapi, kambing, dan kerbau turun ke jalan….

Akhirnya, jalanan mulus juga. Di satu puncak bukit, kita terpesona melihat sebuah teluk yang indah. Pantainya pasir putih dan ada sand bank-nya dan petak-petak rumput laut. Kita bermain-main di situ. Seru betul.

Setelah bertahun baru di Kuta, kita ke Gili Trawangan. Pulau cukup luas dan punya bukit. Seru walau sangat modern. Banyak toko keperluan dan mesin ATM! Kita suka tempat-tempat nongkrongnya. Tidak sedikit yang mahal, tapi kita menemukan juga tempat-tempat yang sajikan menu enak sesuai harga. Waktu masuk air, kulihat banyak ikan. Terumbu karangnya banyak, namun banyak yang rusak. Untunglah, kapal dilarang buang jangkar dan orang menanam koral sebagai usaha konservasi.

Pagi terakhir di Gili, Agus ajak aku masuk ke air. Sebenarnya malas, langit gelap sekali, sudah mau hujan saja sepertinya. Apalagi telapak kakiku baru saja disengat seekor lebah! Setelah mencungkil sengatnya, aku ambil peralatan dan masuk ke air. Gila, airnya dingin dan arus kencang betul! Sebenarnya, langsung timbul ide untuk naik ke pantai saja. Tiba-tiba, Agus memanggil dan menunjuk ke bawah. Aku langsung menyelam saja. Wow, penyu sisik! Betapa senang hati ini….

 

Tips (Menikmati) Liburan di Musim Hujan:

  • Berhenti mengeluhkan cuaca yang murung. Pikirkan keuntungan: harga tiket murah. Trust me. Satu lagi keuntungan: sepi banget. Ingin tahu rasanya punya pantai pribadi? Liburan saja di musim hujan.
  • Berhati-hati berkendara, terlebih lagi di luar kota. Memang sepi kendaraan, namun ada saja ternak yang turun ke jalan. Entah apakah mereka kekurangan lahan bermain atau memang senang main di jalan.
  • Bersiap jas hujan dan baju ganti. Need no explanation.
  • Bawa sunglasses. In case helm sewaan tidak pakai penutup mika di depannya, kacamata bisa menggantikannya. Kalau tidak, mata perih disambar rintik hujan!
  • Bawa makanan dan minuman ekstra, kecuali ingin merasakan penyakit misterius khas Indonesia: masuk angin.
  • Berhentilah mengharapkan “intervensi ilahi”. Ini memang musim hujan, jadi tetaplah menikmati liburan di musim hujan dengan air yang melimpah dari langit. Berharap saja melihat pelangi!
Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s