Tiada pernah Ragu ke Ragunan! (Jakarta’s Best Zoo)

 

Ragunan adalah salah satu hutan kota terbaik yang dimiliki Jakarta, ibu kota negeri bahari tercinta ini. Setelah tinggal bertahun-tahun di Depok (kebetulan Ragunan dekat sekali dengan Depok), akhirnya aku ke Ragunan 8 tahun kemudian hahahaha…. Begitulah adatnya, orang di kota biasanya orang yang tak mengetahui isi kotanya! Take for granted. 

Semenjak itu, Ragunan jadi destinasi favoritku untuk sekadar melepas rindu akan hutan. I feel at home among the trees (*melompat dari satu dahan ke dahan berikutnya…) Terlebih lagi, aku bisa main sepeda di rute yang menantang! Gimana nggak, Ragunan cukup luas (140 hektar, Saudara Saudariku!) dan konturnya naik-turun. Tubuh muda (dengan semangat renta) ini pun dipacu untuk melaju. Untung pemandangan apik, jadi semua rintangan terlewati dengan baik. Well, ada satu rintangan yang tak pernah tertaklukkan, yaitu bahwa sadel semua sepeda di penyewaan sewaan Ragunan kaku. Sakit benar bokong ini jadinya!

Tentu saja, aku suka melihat koleksi satwanya. Aku berharap mereka (ya, hewan-hewan itu) juga bahagia melihat aku datang. Barangkali, mereka akan lebih bahagia jika berada di alam liar, namun di sini, makanan mereka terjamin.

Ragunan cukup bersih (sejumlah pengunjung masih saja ada yang suka buang sampah sembarangan!) dan terawat. Meski jam buka resmi jam 07.00 pagi, aku suka ke sana jam 06.00 pas weekend. Aku senang berkeliling ke kandang-kandang mamalia besar, macam banteng, rusa, gajah, dan aneka primata (di Schmutzer). Terkadang, aku datang pas jam memberi makan hewan.

Aku paling suka bantu kasih makan gajah-gajah sumatra. Setahuku, Ragunan tidak punya gajah afrika, sepupu mereka yang bodi dan gadingnya lebih besar. Kata Agatha Christie, elephants can remember. Novel terjemahannya: Gajah selalu Ingat. Mungkin Christie benar, gajah-gajah itu selalu mendekat kalau aku datang. Aku boleh gee-er boleh juga tidak. Kemungkinan karena gajah selalu lapar (dia bisa makan 12-18 jam sehari sebanyak 100-250 kg per hari! Mak! Luar biasa!) atau karena mereka sering dilempari makan pengunjung.

Salah satu cara memberi makan gajah-gajah adalah dengan melemparkannya (tentu ini berlaku hanya kalau sang perawat gajah memperbolehkan kita membantunya! Dan tentu saja kita dilarang lemparkan makanan selain jatahnya ke gajah!). Setelah melemparkan pisang, ubi jalar, singkong, kelapa muda, bisep ini rasa-rasanya seperti mangga muda saja–mengkal!

 

 

1743006_828337683872805_1514730764_n

Excerpt: 

One of the best managed public zoos in Indonesia, Ragunan Zoo opens daily except Mondays (hey, the animals need rest too. It can be tiring and stressful to receive human visitation everyday!) They successfully breed elephants, pelicans, primates, and hippos among others. And you can find free animals too, like birds (it’s good for birdwatching) and some curious insect, like this praying mantis. I bet this is a new species and hope it will be named after me someday! Bikes for rent are available. Visit the website or give them a call (021) 78847114.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s