Thank You, Hindia! (“Angkernya” Pantai Selatan)

“Awas, Dik, hati-hati!” Kalimat semacam inilah yang aku biasa dengar ketika orang tahu rencanaku ke  Pantai Selatan—nama generik untuk pantai-pantai di sepanjang selatan Jawa. Pantai-pantai yang berjumpa langsung dengan Samudra Hindia itu punya reputasi menakutkan dan kental dengan mitologi lokal. Di Bali, Kuta secara teknis Pantai Selatan, menariknya orang tidak menamakannya begitu.

Pantai Selatan pertamaku: Pelabuhan Ratu. Lucu karena bertahun-tahun di Malang, aku belum pernah ke pantainya! Piknik di Pelarat menyenangkan. Pemandangannya cantik, walau harus kuakui ombaknya menyeramkan. Sebelum pergi, aku sudah baca soal palung di Samudra Hindia, sehingga aku sadar penuh bahwa tidak semua pantai dapat direnangi. Jadi, aku cukup berbahagia merendam kaki. Hal yang sama aku lakukan ketika main ke “Paris” aka Parangtritis, Pantai Selatan keduaku.

Akhir tahun lalu, aku pergi lagi ke Pantai Selatan, tepatnya Papuma alias Pantai Pasir Putih Malikan, Jember. Titik temunya Malang. Dari Jakarta, aku terbang dan untuk pertama kalinya mendarat di Bandara Adi Sucipto! Setelah itu, kita langsung road trip.

 

Hari itu, cuaca seperti susana hati karib berinisial D: cepat berubah dan dapat hujan seketika. Mujur, setiba di pintu gerbangnya, langit cerah, meski agak berkabut. Dari situ, jalanan membawa kita menanjak ke perbukitan.

Di puncak bukit, kita turun dan memandang ke arah selatan. Seluruh keberadaan kita terbangun, sadar akan keindahan semesta. Telinga langsung menangkap bebunyian, terutama debur ombak. Hidung dan mata ini merasakan “kabut” yang ternyata adalah serbuk air dari gelombang yang dengan dahsyatnya menghantam bebatuan. Cantik benar bentangan alam itu! Indah pokoknya! Fotogenik!

20151005_074232Harus kuakui, Papuma dikelola dengan baik dengan fasilitas lengkap, ada area perkemahan, tempat makan, dan penginapan yang terjangkau harganya. Kawasan itu selalu dibersihkan. Toilet-toiletnya bersih! Bravo, Perum Perhutani KPH Jember!

Di teluk, airnya tenang. Ombak Samudra Hindia sudah pecah di kejauhan. Di pantai, aku menghampiri sekelompok nelayan yang sedang beristirahat. Dari mereka aku dapat informasi tentang transplantasi koral dan juga tradisi larung sesajen sebagai ucapan syukur atas (dan permintaan agar) tangkapan melimpah.

Lalu, aku tergoda untuk berendam (bukan berenang) di pinggirnya. Begitu nyebur, aku langsung berdiri lagi. Edan, airnya sedingin es! Haha, lumayan ditertawakan para nelayan!

 

Excerpt: Southern Beach is a generic name for beaches in the southern coasts of Java. They are notoriously dangerous due to Indian Ocean’s slew waves and currents yet some of them also rank among the most beautiful beaches in Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s