Climb Every Mountain: Tips Mendaki Gunung Pertama Kali

Mendaki gunung, seperti kegiatan jalan-jalan yang “berbau” olahraga, bisa menyenangkan. Lihat saja foto-foto orang yang naik gunung di media sosial. Tapi, mendaki gunung tentu melelahkan. Ini yang aku tidak persiapkan, yaitu latihan untuk menghadapi kelelahan. Waktu mendaki Gunung Gede, aku nggak bersiap fisik sama sekali karena kupikir itu jalurnya mudah (sudah ada jalur berbatu), apalagi aku pernah sampai ke Curug Cibereum. Ternyata, eh ternyata, naik gunung amat menguras tenaga dan cadangan tenaga (baca kisahnya di sini).Sem_fotourutan1

Karena tidak ingin pengalaman kelelahan menimpa pendaki lain, izinkan aku berbagi tips naik gunung, terutama untuk yang pertama kali:

  • Riset: pelajari profil gunung yang akan didaki: bagaimana tingkat kesulitannya, apa saja flora dan faunanya, dan apa saja rambu-rambunya. Ini menentukan persiapan dan bawaan.

Sem_fotourutan3

  • Bawa serta makanan siap makan untuk tenaga instan: permen, madu, dan snack bars.
  • Obat-obatan pribadi aka PPPK (pertolongan pertama pada kecelakaan): aku membawa minyak kayu putih, aspirin, jamu antimasuk angin, plester, desinfektan. Alangkah lebih baik kalau bawa yang lengkap.
  • Plastik: untuk bawa pulang sampah.
  • Tongkat yang bisa diringkas seperti paying mungil. Ini berguna sebagai penopang kalau kecapekan dan membantu keseimbangan. Seandainya aku bawa ini di pendakian Gunung Gede! Untung nemu kayu panjang!
  • “Lebih baik ‘mati’ di bawah, daripada mati di atas”: ini bukan kata-kataku. Aku meminjamnya dari Pradipta, teman yang pertama kali kukenal di orientasi kampus. Dia ternyata pendaki gunung. Gila, mahasiswa baru, tapi kusangka dosen. Maksud dia, sebelum mendaki, persiapkan fisik dan mental sungguh-sungguh, antara lain dengan rajin berolahraga kardio.
  • Jaga pikiran tetap positif selagi mendaki. Medan yang menantang dan sulit tentu mengintimidasi, sehingga sangatlah mudah untuk merasa putus asa dan depresi saat mendaki.Namun untunglah aku naik gunung dengan teman-teman yang murah hati dan panjang sabar, sehingga aku banyak disemangati. Jadi, balik lagi ke tip nomor 6, benarlah mens sana in corpore sano: ada pikiran yang waras dalam tubuh yang waras.

Sem_fotourutan2

  • Miliki mindset untuk Have fun! selagi mendaki. Ini semacam mantra agar tidak fokus pada rasa lelah. Bersenang-senanglah. Setiap pendakian adalah petualangan yang patut dinikmati.
Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s